Selasa, 25 Juni 2013

Polusi Udara Bisa Picu Radang Usus Buntu


Polusi udara menyebabkan radang usus buntu. Demikian satu studi baru yang disiarkan para ilmuwan Kanada dalam Canadian Medical Association Journal.
Ahli gas troenterologi Dr.Gilaad G Kaplan dari University of Calgary dan timnya mengkaji 5.191 orang dewasa yang dirawat dirumah sakit di Calgary, antara 1999 dan 2006. Dari situ didapati bahwa makin banyak orang dirawat dirumah sakit karena menderita radang usus buntu selama beberapa bulan musim yang lebih hangat antara April dan September, ketika orang berada diluar rumah dan terpajan terhadap polusi udara.
Tim itu memeriksa silang data pendaftaran rumah sakit dengan analisis bahan pencemar polusi udara satu pecan sebelum mereka dirawat. Mereka mendapati pendaftaran mencapai angka tertinggi pada hari-hari konsentrasi paling tinggi ozon dan nitrogen dioksida. Pria tampaknya lebih mungkin untuk terpengaruh oleh radang usus buntu selama pajanan terhadap polusi udara, tetapi tidak jelas apakah perbedaan jenis kelamin itu memang ada.
Tak seorangpun mengetahui apa penyebab radang usus buntu, yang merupakan radang pada bagian tubuh yang mirip kantung dan menempel pada usus yang lebih besar. Sebagian ahli telah menyatakan bahwa makanan rendah serat yang menjadi ciri khas Negara industri mungkin mengakibatkan kotoran mengganggu pembukaan usus buntu, sehingga terjadilah infeksi. Namun Kaplan menyatakan belum ada meningkatan besar dalam kandungan serat dalam makanan orang Kanada selama 20 tahun belakangan, tetapi telah terjadi penurunan yang sangat besar dalam peristiwa radang usus buntu dalam setengah abad belakangan.
Kasus radang usus buntu meningkat secara tajam di negara industri pada abad XIX dan awal abad XX, tetapi kemudian turun lagi pada pertengahan dan pengujung abad XX. Penurunan itu terjadi bersamaan dengan adanya peraturan guna mengurangi kemerosotan kualitas udara. Sementara itu peristiwa radang usus buntu di negara berkembang telah meningkat, sewaktu mereka menjadi lebih industrialis.
Kaplan mengakui timnya baru mengetahui hubungan antara pajanan terhadap polusi udara dan angka radang usus buntu yang lebih tinggi, mereka belum membuktikan sebab-akibat tersebut. “Ini akan mendorong kami melakukan penelitian lebih jauh”, kata Kaplan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar