Selasa, 25 Juni 2013

ATMOSFER



A.     Dinamika Perubahan Atmosfer dan Dampaknya terhadap Kehidupan di Muka Bumi
1.   Pengertian Atmosfer
Bumi terdiri dari tiga bagian yang padat (litosfer), cair (hidrosfer), dan gas (atmosfer). Atmosfer ini menutupi seluruh permukaan bumi, baik yang padat maupun yang cair yaitu tanah dan air. Atmosfer berasal dari kata”amos” yang berarti uap, gas udaran dan “sphaira” yang berarti berat bola bumi. Jadi, atmosfer adalah Lapisan udara yang menyelimuti bumi. Atmosfer terdiri dari berbagai macam gas, ketebalan atmosfer mencapai 10.000 km dari permukaan laut. Maka tinggi, lapisan udara makin tipis dan kering. Susunan udara terdiri dari nitrogen (78,08%), oksigen (21%), dan kabon dioksida (0.03%)

2.  Berdasarkan perbedaan temperatur antarlapisan, atmosfer dapat dibagi menjadi beberapa lapisan yaitu :
A.       Troposfer
Adalah Lapisan udara terbawah dari atmosfer yang merupakan lapisan pertama dipermukaan bumi. Ketinggian antara 0-16 km didaerah tropis dan antara0-8 km didaerah kutub. Ketinggiaan rata-rata troposfer adalah 11 km dari permukaan bumi. Puncak troposfer mempunyai temperatur mencapai -60°C. Sebagian besar massa atmosfer (75-80%) berada pada lapisan troposfer dan didominasi oleh nitrogen dan oksigen. Pada lapisan inilah terdapat sebagian besar gejala cuaca seperti hujan, angin, halilintar, dan halo. Batas antara puncak troposfer dengan dasar stratosfer disebut tropopause.
B.       Stratosfer
Lapisan stratosfer berada diatas troposfer sampai ketinggian 50 km dari permukaan bumi. Pada ketinggian 11-12 km, temperatur udaranya tetap, yaitu -60°C. Oleh sebsb itu, ketinggian ini disebut lapisan isotermal (iso = sama, termal = panas). Pada ketinggian 20-50 km, temperaturnya semakin meningkat dan temperatur maksimum pada bagian puncaknya mencapai -3°C. Hal ini disebabkan dan kandungan uap air dan debu hampir tidak ada sehingga angin sangat kering serta jarang ditemukan awan. Lapisan ini disebut lapisan inversi. Lapisan ini berfungsi melindungi kita dari sinar UV. Meningkatnya temperatur pada lapisan stratosfer disebabkan adanya lapisan ozon yang menyerap radiasi matahari pada spectrum ultraviolet. Batas antara puncak stratosfer dengan dasar mesosfer disebut stratopause.
C.       Mesosfer
Lapisan mesosfer terletak di atas lapisan stratosfer sampai ketinggian 80 km. bertambahnya ketinggian pada lapisan ini, temperatur udara semakin turun. Tiap ketinggian naik hingga 100 km, temperatur udara berkurang rata-rata 0,4°C. Penurunan temperatur disebabkan oleh mesosfer memiliki kesetimbangan radioaktif yang negative. Lapisan ini melindungi bumi dari jatuhan meteor. Puncak mesosfer dibatasi oleh lapisan mesopause.
D.       Lapisan Termosfer
Lapisan termosfer berada di atas lapisan mesosfer. Ketinggiannya antara 80-500 km dari permukaan bumi, bagian bawah lapisan ini terdiri atas molekul nitrogen. Temperatur menigkat seiring dengan meningkatnya ketinggian dan temperature mendekati 1700°C. Pada ketinggian diatas 100 km, terjadiionisasi yang membentuk ion positif dan elektron bebas yang bermuatan negative. Lapisan dengan konsentrasi elektron bebas disebut ionosfer yang dikenal sebagai lapisan yang mampu memantulkan kembali gelombang radio.
E.        Eksosfer
Lapisan ini merupakan lapisan atmosfer yang paling atas dan terletak 500 km dari permukaan bumi. Udaranya sangat tipis karena komposisi lapisan udaranya lebih sederhana didominasi gas hydrogen dan molekul gas senantiasa bergerak dengan bebas di angkasa.

3.  Manfaat atmosfer bagi kehidupan di bumi antara lain :
a)         Atmosfer menyediakan udara bagi makhluk hidup didalamnya
b)        Atmosfer juga sebagi pelindung bumi dari jatuhnya benda-benda luar angkasa yang jatuh ke bumi
c)         Atmosfer berperan besar dalam proses terjadinya cuaca dan iklim di bumi yang terjadi di lapisan troposfer
d)        Memantulkan gelombang radio dan tv yang terjadi pada lapisan ionosfer
e)         Penyaringan sinar ultraviolet matahari
f)         Dalam bidang pertanian, peramalan keadaan cuaca ditentukan pula oleh udara
g)        Prakiraan cuaca sangat penting artinya dalam bidang perhubungan, pelayaran, penerbangan, komunikasi, dan sebagainya

B.     Pengertian Cuaca dan Iklim serta Unsur-Unsurnya
1.     Pengertian Cuaca dan Iklim
Cuaca adalah Keadaan rata-rata udara pada suatu saat di suatu saat di suatu tempat. Ilmu yang mempelajari cuaca dinamakan meteorologi. Iklim adalah Keadaan rata-rata cuaca pada tempat yang dan dalam waktu yang lama (1-30 tahun). Ilmu yang mempelajari iklim disebut klimatologi.

Perbedaan Iklim dan Cuaca
Perbedaan
Iklim
Cuaca
Waktu Kejadian
Lama (beberapa puluh tahun)
Pendek
Cakupan wilayah
Sangat luas
Sempit
Sifat
Tetap
Mudah berubah-ubah


2.     Unsur-unsur Cuaca dan Iklim
A.      Suhu Udara
Adalah Keadaan panas udara yang disebabkan oleh pemanasan matahari. Banyak sedikitnya panas matahari yang diterima oleh bumi dipengaruhi oleh faktor-faktor berikut :
a)        Keadaan awan
b)        Keadaan bidang permukaan
c)        Sudut sinar datang
d)       Lamanya penyinaran matahari
Pemanasan Udara didapat melalui 2 proses yaitu :
1)        Pemanasan secara langsung dapat terjadi melalui beberapa proses berikut
a)         Proses Absorpsi
Adalah Penyerapan unsure-unsur radiasi matahari, misalnya sinar gama, sinar x, dan ultraviolet. Unsure-unsur yang menyerap radiasi matahari tersebut adalah oksigen, nitrogen, ozon, hydrogen, dan debu.
b)        Proses Refleksi adalah Pemanasan
Adalah Pemanasan matahari tarhadap udara tetapi dipantulkan kembali ke angkasa oleh butir-butir air
c)         Proses Difusi
Sinar matahari mengalami difusi berupa sinar gelombang pendek biru dan lembayung yang berhamburan ke segala arah. Proses ini memyebabkan langit berwarna biru
2)        Pemanasan Tidak Langsung
Pemanasan tidak langsung terjadi dengan cara-cara berikut :
a)         Konduksi
Adalah Pemberian panas oleh matahari pada lapisan udara bagian bawah, kemudian lapisan uadara tersebut memberikan panas pada lapisan udara di atasnya
b)        Konveksi
Adalah Pemberian panas oleh gerak udara vertikal ke atas
c)         Adveksi
Adalah Pemberian panas oleh gerak udara yang horizontal (mendatar)
d)        Turbulensi
Adalah Pemberian panas oleh udara yang tidak teratur dan berputar-putar ke atas
Pemanasan udara sebagian besar diperoleh melalui pemanasan tidak langsung. Oleh karena itu, udara yang paling bawah suhunya lebih tinggi daripada suhu diatasnya. Panas yang diterima permukaan bumi, banyak atau sedikitnya dipengaruhi hal-hal berikut :
a)      Lama penyinaran matahari
b)      Sudut datang sinar matahari
c)      Relief permukaan bumi
d)     Banyak sedikitnya awan
e)      Perbedaan letak lintang
B.       Tekanan Udara
Adalah Tekanan yang ditimbulkan oleh beratnya lapisan itu sendiri. Alat untuk mengukur tekanan udara di sebut barometer. Tekanan udara di suatu tempat tidak sama. Hal ini disebabkan oleh jumlah pemanasan yang berbeda, sehingga di satu tempat mempunyai tekanan udara maksimum dan di tempat lain tekanan udaranya minimum.
C.        Kelembaban Udara (Lengas Udara)
Adalah Banyak sedikitnya uap air yang dikandung dalam udara yang dinyatakan dalam satuan persen (%). Alat yang digunakan untuk mengukur tingkat kelembaban udara pada suatu waktu tertentu disebut hygrometer. Kelembaban udara dibedakan menjadi dua macam yaitu sebagai berikut :
a)        Kelembaban Relatif (Nisbi)
Adalah Perbandingan antara jumlah uap air di dalam udara pada suatu temperature yang sama dan uap air maksimum yang dikandung oleh udara, dinyatakan dengan satuan persen (%). Contoh : Diketahui jumlah uap air dalam 1 m3 pada temperature 26°C = 2 gram. Jumlah uap air maksimum dalam 1 m3 pada temperatur 26°C = 4 gram, maka kelembaban ralatifnya  x 100% = 50%
b)        Kelembaban Abstrak (Mutlak)
Adalah Banyaknya uap air yang dapat dikandung oleh udara tiap 1 mm3 udara yang dinyatakan dalam gram
c)        Kelembaban Spesifik
Adalah Perbandingan jumlah uap air yang ada dalam 1 kg udara (gr uap air/kg udara basah

D.      Angin
Adalah Udara yang bergerak dari daerah bertekanan maksimum menujun daerah yang bertekanan minimum. Angin diberi nama berdasarkan arar dari mana angin itu datang bertiup
Hukum Buys Ballot
Angin bergerak dari daerah bertekanan maksimum ke daerah bertekanan minimum. Dibelahan bumi utara, angin dibelokkan ke kanan dan dibelahan bumi selatan angin dibelokan ke kiri. Penyimpangan ini disebabkan oleh perputaran bumi pada poosnya (rotasi bumi) yang disebut gaya koriolis.
Macam-macam angin :
a)      Angin Pasat
Adalah Angin yang berhembus terus-menerus dari daerah maksimum subtropik ke daerah minimum khatulistiwa (doldrum). Dibelahan bumi utara terdapat angin pasat timur laut dan diselatan angin pasat tenggara
b)      Angin Antipasat
Adalah Udara yang naik di daerah khatulistiwa yang setelah sampai di lapisan atas, mengalir kea rah kutub, dan turun di daerah subtropik
c)      Angin Barat
Adalah Angin antipasat yang menuju ke daerah kutub yang akan membelok ke arah timur sampai pada wilayah garis lintang 40°. Angin itu berasal dari barat, sehingga disebut angin darat
d)     Angin Timur (Angin Kutub)
Adalah Angin yang bertiup dari arah kutub (90°LU/LS) menuju daerah lingkaran kutub (60°LU/LS)
e)      Angin Muson
Adalah Angin yang selalu berganti arah setiap setengah tahun mengikuti letak matahari. Indonesia dilalui oleh angin muson
1)        Angin muson barat yang bergerak pada bulan Oktober sampai April dari arah Asia menuju Australia
2)        Angin muson timur yang bergerak pada bulan April sampai Oktober dari arah Australia menuju Asia
f)       Angin Siklon
Adalah Angin yang masuk dari daerah bertekanan udara maksimum yang mengelilingi udara daerah bertekanan udara minimum (daerah depresi), sehingga garis isobar tertutup (berbentuk lingkaran) dan udara bergerak memeusat ke arah dalam. Di dalam belahan bumi utara, berlawanan arah jarum jam. Sedangkan dibelahan bumi selatan searah dengan arah jarum jam. Siklon yang bergerak dibedakan menjadi :
1)        Siklon Tropis terjadi di wilayah lautan pada lintang 10° - 20°
2)        Siklon Ekstratropis yang terutama terjadi di wilayah sekitar lintang 35°-65°
3)        Tornado yaitu Badai angin siklonik dengan kekuatan angin tinggi
g)      Angin Antisiklon
Adalah Angin yang bergerak dari suatu daerah bertekanan maksimum yang dikelilingi oleh massa udara bertekanan minimum, sehingga udara berputar keluar. Dibelahan bumi utar, searah dengan jarum jam, sedangkan dibelahan bumi selatan, berlawanan dengan arah jarum jam
h)      Angin Lokal
1)        Angin Darat
Adalah angin yang berhembus dari darat ke laut. Angin darat terjaadi pada malam hari
2)        Angin Laut
Adalah Angin yang berhembus dari laut ke darat. Angin laut terjadi pada siang hari
3)        Angin Lembah
Adalah Angin yang bergerak dari lembah ke gunung, sedangkan angin gunung adalah angin yang bergerak dari gunung ke lembah. Pada malam hari, berhembus angin gunung, sedangkan pada siang hari berhembus angin lembah. Prosesnya hampir sama dengan angin darat dan angin laut
4)                Angin Fohn ( Angin Terjun)
Adalah Angin yang sifatnya jatuh atau turun, kering dan panas di lereng sebuah pegunungan. Angin fohn terjadi karena massa yang mengandung uap air naik ke suatu lereng pegunungan, sehingga suhunya turun terus-menerus sampai mencapai kondensasi dan menurunkan hujan. Ketika sampai di puncak pegunungan, massa udara yang telah kering tersebut turun melalui lereng sebelahnya dengan suhu yang terus-meneru naik
E.       Curah Hujan (Presipitasi)
Adalah Banyaknya air hujan atau Kristal es yang jatuh ke permukaan bumi. Curah hujan diukur menggunakan corong hujan atau biasa disebut Obrometer dengan satuan inci atau millimeter.
Berdasarkan prosesnya, hujan dibagi menjadi 4 macam yaitu :
a)      Hujan Konveksi
Adalah Hujan yang terjadi karena adanya pemanasan sinar matahari pada suatu massa udara sehingga gerakan udara tersebut naik dan mengalami pengembunan. Awan yang terbentuk adalah awan komulonimbus dan menimbulkan hujan deras, tetapi tidak berlangsung lama. Hujan Konveksi disebut juga Hujan Zenithal.
b)      Hujan Orografis
Adalah Hujan yang terjadi karena gerakan udara yang menaiki lereng pegunungan dan mengalami kondensasi. Udara yang telah mengalami kondensasi tersebut membentuk awan yang menimbulkan hujan
c)      Hujan Frontal
Adalah Terjadi karena tumbukanantara udara panas dan udara dingin. Udara panas naik dan terjadi kondensasi sehingga menimbulkan hujan
d)     Hujan Konvergensi
Adalah Hujan frontal pada daerah konvergensi antar-tropik yang terjadi karena pertemuan dua massa udara yang besar dan tebal

F.        Awan
Adalah Kumpulan titik-titik air atau Kristal es di dalam udara yang terjadi karena adanya kondensasi atau sublimasi dari uap air yang terdapat dalam udara.
Awan terdiri dari 4 golongan :
1)      Awan menurut bentuknya adalah :
a)      Awan Sirrus adalah Awan yang berbentuk seperti bulu atau serat
b)      Awan Kumulus adalah Awan yang berbentuk seperti kubus dan bulat bergumpal-gumpal
c)      Awan Stratus adalah Awan yang berbentuk seperti kubus dan berlapis-lapis di atas tanah
2)      Awan tinggi yang tidak memberikan hujan dinamakan alto dan awan rendah yang memberikan hujan dinamakan nimbus. Berdasarkan ketinggiannya awan di bedakan :
a)      Awan Tinggi, yang berada pada ketinggian 6-12 km, seperti :
                                                                    ·          Sirrus, tampak tersusun dari serat lembut dan halus sertaberwarna putih mengkilap sehingga kadang-kadang disebut juga awan ekor kuda
                                                                    ·          Sirrostratus, awan ini terlihat bagaikan tirai kelambu halus keputih-putihan yang tinggi di langit. Terdiri atas Kristal es yang menghasilkan gejala halo dan merupakan awan tinggi sampai di atas 6000 m
                                                                    ·          Sirrokumulus adalah Kumpulan awan sirus. Awan ini mengandung partikel es yang sering  membentuk corak seperti sisik ikan
b)      Awan Menengah, awan yang berada pada ketinggian 2-6 km, seperti :
                                                                    ·          Altokumulus, berbentuk kepulan pipih berwarna putih dan kelabu, kadang-kadang menandakan gemuruh yang mengakhiri cuaca panas yang berlarut
                                                                    ·          Altostratus, membentuk lembaran tipis dan merupakn awan berair yang melintasi langit. Awan ini cukup tipis hingga cahaya matahari dapat menyinari dengan lemah
c)      Awan Rendah, awan yang berada pada ketinggian kurang dari 2 km, seperti:
                                                                    ·          Stratokumulus
Terdiri atas unsur berupa bulatan pipih atau bulatan panjang pipih berwarna kelabu atau putih dan cahaya matahari dapat menyinari celah-celahnya
                                                                    ·          Stratus
Adalah awan yang rendah dan sering membentuk kabut dibumi. Stratus dapat menimbulkan hujan gerimis yang tidak berhenti secara mendadak dan tidak memiliki kristal es
                                                                    ·          Nimbostratus
Berwarna kelabu tua, berbentuk seragam, dan luas. Awan nimbostratus termasuk awan yang tumbuh secara vertical. Awan ini dapat menutupi langit dan cahaya matahari sehingga menjadikan siang hari terlihat gelap. Awan ini senantiasa membawa hujan aau salju (nimbus berarti hujan dalam bahasa latin)
d)     Awan yang terbentuk karena udara naik (gerakan vertical) dengan kuat, berada pada ketinggian 500-1500 m, seperti :
                                                                    ·          Kumulus
Adalah Awan yang lembut dan terbentuk di tengah lapisan awan. Awan ini biasanya kelabu dibagian bawahnya, tetapi putih berkilauan di bagian atasnya
                                                                    ·          Kumulonimbus
Berbentuk gumpalan besar berpuncak rata yang memuai dalam kepulan menegak dan menjulang tinggi sekali mulai dari ketinggian 2000 m hingga 15.000 m dari permukaan bumi. Bagian bawahnya tampak koyak dan sering berwarna gelap. Awan kumulonimbus terdiri atas tetes air dan kristal es, pada bagian atasnya juga dapat menimbulkan hujan besar disertai kilat dan guntur, terkadang disertai dengan butiran es
                                                                    ·          Kabut
Adalah Awan rendah yang berada di permukaan bumi, seperti kabut industri, kabut sawah, dan lain-lain





C.     Tipe-Tipe Iklim
1)      Faktor-Faktor yang Memengaruhi Iklim
a)      Letak garis lintang
b)      Letak tinggi tempat
c)      Perngaruh daratan luas
d)     Lokasi daerah : Dekat laut, dekat danau, atau daerah padang pasir
e)      Daerah gunung (pegunungan) yang dapat memengaruhi posisi banyaknya hujan
f)       Suhu udara dan awan
g)      Kelembaban udara dan banyak-sedikitnya curah hujan
h)      Pengaruh arus laut, topografi, dan vegetasi
i)        Panjang-pendeknya musim
2)      Pembagian Tipe Iklim
Pembagian klasifikasi iklim menurut para ahli adalah sebagai berikut :
a)      Iklim Matahari adalah Iklim yang didasarkan pada kedudukan matahari dalam perjalanan semu di permukaan bumi
Iklim Matahari terdiri dari :
v  Iklim Tropis               :           23,5°LU – 23,5°LS
v  Iklim Subtropis         :           23,5°LU - 40°LU dan 23,5°LS – 40°LS
v  Iklim Sedang             :           40°LU – 66,5°LU dan 40°LS - 90°ls
v  Iklim Kutub              :           66,5°LU - 90°LS
b)      Iklim Fisis
Adalah Iklim yang didasarkan pada pembagian daerah menurut kenyataan yang sesungguhnya. Sebagai pengaruh dari afaktor-faktor fisis, antara lain pengaruh daratan yang luas, pengaruh lautan, pengaruh angin, pengaruh arus laut, pengaruh vegetasi, danpengaruh topografi. Macam-macam iklim fisis yaitu :
v  Iklim Kontinental (Daratan)
Terdapat di daratan yang luas dan dipengaruhi oleh angin darat dengan ciri-ciri amplitudo suhu harian besar dan amplitudo tahunan besar
v  Iklim Laut
Adalah Iklim yang dipengaruhi oleh angin laut dengan ciri-ciri amplitudo harian kecil, amplitudo tahunan kecil, dan banyak hujan disertai petir
v  Ikim Dataran Tinggi
Adalah Iklim yang dipengaruhi oleh angin pegunungan, dengan ciri-ciri amplitudo suhu harian besar, amplitudo suhu tahunan besar, tekanan udara rendah, dan sinar matahari lebih panas
v  Iklim Gunung
Iklim ini cirinya antara lainamplitudo suhu lebihnkecil, terdapat di daerah sedang, dan kadangbanyak turun salju
v  Iklim Musim (Muson)
Iklim ini cirinya antara lain setengah tahun bertiup angin laut yang basah dan menimbulkan hujan dan setengah tahun berikutnya bertiup angin barat yang kering dan kadang menimbulkan musim kemarau
c)      Iklim Junghuhn (Frans Wilhelm Junghuhn : 1809-1864)
Seorang ahli klimatologis Junghuhn, membagi Indonesia menjadi 4 daerah iklim, yaitu sebagai berikut :
v  Derah Panas
Cirinya ketinggian antara 0-700 m dan suhu 26,3°-22°C
v  Daerah Iklim Sedang
Cirinya ketinggian 200-1500 m dan suhu 22°-17°C
v  Derah Iklim Sejuk
Cirinya ketinggian antara 1500-2500 m dan suhu 17,1°-11,1°C
v  Daerah Iklim Dingin
Cirinya ketinggian antaraa 2500-3300 m dan suhu 11,1°C
d)     Iklim Koppen
Diciptakan oleh Dr. Vlamidir Koppen (1846-1940) seorang ahli iklim dan geografi tumbuh-tumbuhan dari Universitas Graz, Austria. Pembagian iklim Koppen didasarkan pada suhu udara dan curah hujan
Koppen membagi permukaan bumi menjadi 5 kelompok utama yaitu :
1)      Tipe Iklim A (Tropik)
Dengan suhu rata-rata diatas 18°C. iklim ini tidak mengalami musi dingin (winter). Curah hujan dan penguapannya tinggi
2)      Tipe Iklim B (Kering)
Ditandai dengan penguapan yang melebihi curahan, persediaan air sangat sedikit, dan tidak ada sungai permanen
3)      Tipe Iklim C (Sedang Hangat)
Ditandai dengan suhu pada bulan terdingin < -3°C, pada bulan terpanas suhu rata-rata . 10°C, iklim ini mempunyai summer dan winter
4)      Tipe Iklim D (Dingin)
Dengan suhu pada bulan terdingin rata-rata < -3°C, pada bulan terpanas suhu rata-rata > 10°C. Letak isotherm hampir bersamaan dengan batas pertumbuhan hutan kea rah kutub
5)      Tipe E (Es Abadi)
Dengan suhu rata-rata pada bulan terpanas < 10°C. Ikilm ini tidak memiliki musim panas (summer)
Selain iklim utama, Koppen menambahkan iklim subregion, dengan notasi huruf kecil setelah huruf besar, yaitu sebagai berikut :
1)      Berdasarkan Distribusi Musiman dan Curah Hujan
Tipe f              :           Tidak ada musim kering dan basah sepanjang tahun (untuk iklim A,C, dan D)
Tipe m            :           Musim kering pendek dan hujan lebat sepanjang tahun (untuk iklim A)
Tipe w            :           Huan pada musim panas (untuk iklim A,C, dan D)
Tipe s              :           Musim kering pada musim panas (untuk iklim B)_
Tipe w            :           Musim kering pada musim dingin (untuk iklim B)
2)      Berdasarkan Karakteristik Suhu
Tipe a             :           Musim panas yang sangat panas
Tipe b             :           Musim panas yang panas
Tipe c             :           Musim panas yang sejuk
Tipe d             :           Musim dingin yang sangat dingin
Untuk lebih jelasnya pembagian iklim Koppen berdasarkan iklim utama dan iklim subregionalnya


e)      Iklim Schmidnt Ferguson
Dasar klasifikasinya adalah Banyaknya curah hujan tiap-tiap bulan. Pembagian wilayah iklim ditentukan menurut besarnya Q, sedangkan Q yaitu presentase perbandingan antara bulan kering dan bulan basah. Nilai Q dapat dihitung dengan rumus :
Q =  x 100%


Catatan :
-          Bulan Basah               :           Bulan dengan curah hujan > 100 mm/bulan
-          Bulan Kering              :           Bulan dengan curah hujan < 60 mm/bulan
-          Bulan Lembab            :           Bulan dengan curah hujan antara 60-100 mm/bulan
Daerahnya :
NO
NILAI Q
Tipe Iklim
Kategori
1.
0 – 14,3
Tipe Iklim A
Sangat Basah
2.
14,3 - 33,3
Tipe Iklim B
Basah
3.
33,3 – 60
Tipe Iklim C
Agak Basah
4.
60 – 100
Tipe Iklim D
Sedang
5.
100 – 167
Tipe Iklim E
Agak Kering
6.
167 – 300
Tipe Iklim F
Kering
7.
300 – 700
Tipe Iklim G
Sangat Kering
8.
Lebih dari 700
Tipe Iklim H
Luar Biasa Kering

f)       Iklim Oldeman
Dasar klasifikasinya adalah Adanya bulan basah yang berturut-turut dan bulan kering yang berturut-turut yang semuanya dihubungkan dengan kebutuhan pada sawah dan palawija terhadap air
Catatan : Bulan basah, curah hujan > 200 mm, sedang bulan kering, curah hujan < 100 mm.
Daerahnya :
1)      Zona A bulan basah > 9 kali berturut-turut
2)      Zona B bulan basah 7 – 9 kali berturut-turut
3)      Zona C bulan basah 5 – 6 kali berturut – turut
4)      Zona D bulan basah 3 – 4 kali berturut-turut
5)      Zona E bulan basah < 3 kali berturut-turut

3)        Iklim yang Memengaruhi Wilayah Indonesia
a)      Iklim Musim (Iklim Muson)
Iklim jenis ini sangat dipengaruhi oleh angin musiman yang berubah-ubah setiap periode tertentu. Biasanya satu periode perubahan angin muson adalah 6 bulan. Iklim musim terdiri atas 2 jenis, yaitu angin musim barat daya (Muson Barat) dan Angin musim timur laut (Muson Timur).  Angin muson barat bertiup sekitar bulan Oktober hingga April yang basah sehingga membawa musim hujan/penghujan.  Angin muson timur bertiup sekitar bulan April hingga bulan Oktober yang sifatnya kering yang mengakibatkan wilayah Indonesia mengalami musim kering/kemarau.
b)      Iklim Tropis/Tropika (Iklim Panas)
Wilayah yang berada di sekitar garis khatulistiwa otomatis akan mengalami iklim tropis yang bersifat panas dan hanya memiliki dua musim, yaitu musim kemarau dan musim hujan.  Umumnya wilayah Asia Tenggara memiliki iklim tropis, sedangkan negara Eropa dan Amerika Utara mengalami iklim subtropis.  Iklim tropis bersifat panas sehingga wilayah Indonesia panas yang mendatangkan banyak curah hujan (Hujan Naik Tropika)
c)      Iklim Laut
Indonesia yang merupakan Negara kepulauan yang memiliki banyak wilayah laut mengakibatkan penguapan air laut menjadi udara yang lembab dan curah hujan yang tinggi
4)        Persebaran Curah Hujan di Indonesia
Faktor-faktor yang mempengaruhi curah hujan, yaitu sebagai berikut :
a)      Kelembaban Udara
Udara diatas wilayah Indonesia senantiasa lembab. Didataran rendah dekan pantai, rawa, hutan tropik/sungai besar, kelembaban selalu tinggi, yaitu diatas 60°. Didaerah pedalaman atau didaerah yang tinggi dilereng gunung, kelembaban udara berkurang sedikit. Kelembaban udara yang tinggi memungkinkan adanya hujan yang akan turun
b)      Topografi
Peran topografi sehubungan dengan adanya hujan dan jumlah hujan Nampak lebih jelas di pulau-pulau kecil yang bergunung atau berbukit seperti misalnya pulau Sangir dan pulau Ambon. Perubahan dari cuaca terang ke udara mendung dan hujan terjadi sangat cepat, gejala yang sama terjadi di pulau Oahu di kepulauan Hawai. Disamping itu, daerah kering dan daerah basah sangat berdekatan letaknya dipulau yang topografisnya sangat terecah-recah itu
c)      Arah dan Kecepatan Angin
Angin yang berhembus terlalu kencang bisa “membatalkan” hujan turun , karna mendung yang tadinya akan sudah menurunkan hujan, disapu oleh angin yang kencang
d)     Suhu
Pengaruh suhu terhadap proses turunnya hujan sudah banyak di bahas di depan. Permukaan bumi yang terkena sinar matahari, di satu pihak menyebabkan terjadinya penguapan, di lain pihak dapat mengakibatkan udara membumbung dan tidak stabil. Gejala inilah yang sering menimbulkan hujan konveksi
e)      Arah Hadapan (exposure) Lereng
Lereng yang menghadap kea rah datangnya angin pembawa hujan selamanya memperoleh hujan lebih banyak daripada lereng yang menghadap kea rah berlawanan lereng.
Distribusi Curah Hujan dibedakan antaralai sebagai berikut :
·           Curah hujan harian rata-rata adalah jumlah curah hujan dalam satu bulan dibagi banyaknya hari dalam satu bulan
·           Curah hujan bulanan rata-rata adalah jumlah curah hujan dalam satu tahun dibagi 12
·           Curah hujan tahunan adalah jumlah curah hujan per bulan dalam tahun tertentu
Berdasarkan distribusi dat rata-rata curah hujan bulanan, umumnya wilayah Indonesia dibagi menjadi menjadi 3 pola hujan yaitu :
·           Pola Hujan Monsun, yang wilayahnya memiliki perbedaan yang jelas antara periode musim hujan dan periode musim kemarau kemudian dikelompokkan dalam daerah Prakiraan Musim (DPM)
·           Pola Hujan Equatorial, yang wilayahnya memiliki distribusi hujan bulanan bimodial dengan dua puncak musim hujan maksimum dan hampir sepanjang tahun masuk dalam kriteria musim hujan
·           Pola Hujan Lokal, yang wilayahnya memiliki distribusi hujan bulanan kebalikan dengan pola monsum
5)        Persebaran Jenis-Jenis Vegetasi Alam Menurut Iklim dan Bentang Alam
Macam-macam jenis vegetasi alam berdasarkan iklim dan persebarannya adalah sbb :
a)      Hujan Tropik Basah
Berada di daerah khatulistiwa dan daerah tropik (10° - 25° LU atau LS) terdiri atas pohon-pohon yang tinggi dan rapat, jenisnya sangat beragam sampai 3000 spesies serta bertingkat-tingkat dengan ketinggian 5 msampai 40 m
b)      Hutan Musim
Adalah Hutan yang berada pada daerah tropis yang mempunyai musim hujan dan musim kemarau
c)      Hutan Merangga di Daerah Iklim Sedang
Jenis hutan ini berada di wilayah beriklim sedang yang mempunyai empat musim yang teratur, yaitu musim semi, panas, gugur, dan dingin
d)     Hutan Hijau Sepanjang Tahun di Daerah Subtropik
Hutan jenis ini berada pada daerah subtropik. Dibelahan bumi bagian utara vegetasinya berdaun lebar, seperti Jepang bagian selatan. Dibelahan bumi bagian selatan, hutan jenis ini berasosiasi dengan iklim pantai barat seperti di Selandia Baru, Chili dan vegetasinya dapat berupa pohon pakis, palem, dan bamboo
e)      Sabana
Tersebar didaerah tropic dan subtropik yang curah hujannya sedikit. Sabana ditumbuhi oleh padang rumput yang diselingi pohon-pohon yang bergerombol
f)       Padang Rumput
Pada wilayah ini vegetasinya didominasi oleh rumput. Pada daerah ini dapat dijumpai juga pohon-pohon dan semak. Sebaran padang rumput di Hongaria disebut Puzta, di Rusia Selatan disebut Stepa, di Amerika Utara disebut prairie, sedangkan di Amerika Selatan (Argentina) disebut Pampa
g)      Vegetasi Gurun dan Semi Gurun
Wilayah gurun tersebar di daerah sepanjang garis balik utara dan selatan, yaitu 23,3° LU dan LS, di antaranya adalah Gurun Sahara, Gurun Gobi
h)      Taiga
Wilayah taiga berada di sebelah selatan tundra yang merupakan hutan luas yang hijau sepanjang tahun (evergreen). Suhu pada musim dingin di daerah ini dapat mencapai puluhan derajat di bawah nol dan pada musim panas suhunya terasa hangat
i)        Tundra
Daerah tundra ini mempunyai mempunyai suhu yang sangat dingin dan permanen wilayahnya terletak disekitar 57° LU sampai ke Kutub Utara dan disebut tundra artik. Tundra artinya daratan tanpa pohon sehingga vegetasinya berupa rumput dan lumut kerak
6)        Faktor-faktor Penyebab Perubahan Iklim Global
a)      Perubahan Iklim Alami
Adalah Perubahan iklim yang ditimbulkan oleh adanya proses-proses  alam yang tidak ada campur tangan manusia
b)      Perubahan Iklim Akibat Campur Tangan Manusia
Dengan majunya teknologi, manusia telah mampu terbang ke luar angkasa dan menempatkan berbagai macam satelit di dalamnya.
Dampak perubahan iklim global antara lain :
a)      Menaikkan suhu permukaan bumi
b)      Permukaan air laut naik
c)      Kutub utara dan kutub selatan mencair
d)     Banjir diderah pantai
e)      Adanya penyusupan air asin ke dalam air tanah dan sungai
7)        El Nino dan La Nina
Adalah Dua fenomena alam yang berpengaruh terhadap perubahan iklim global. El Nino adalah Keadaan suhu permukaan air laut yang panas di wilayah Pasifik Ekuator bagian timur dan tengah. Sedangkan La Nina adalah Penampakan suhu permukaan air lait yang rendah
a)      Pengaruh El Nino dan La Nina
Dampak El Nino dan La Nina adalah Berubahnya cuaca dunia. Pada saat El Nino, wilayah basah seperti Indonesia menjadi ekring. Sedangkan yang biasanya kering seperti pantai barat Amerika Selatan menjadi basah. Melimpahnya populasi ikan di pantai barat Amerika itu bergeser, dampaknya memengaruhhi produksi makanan, ikan, dan ekspor. Dengan menurunnya produksi makanan, beberapa Negara harus mengimpor untuk memenuhi kebutuhan nasionalnya sehingga harus memakai cadangan mata uang asingnya
b)      Pengaruh El Nino bagi Indonesia
Bergesernya kolam panas ke timur di Pasifik tropis menyebabkan pola perawanan juga bergeser ke timur Indonesia, yang pada kondisi normal (tidak ada El Nino) merupakan pusat perawanan konveksi terbesar di dunia. Indonesia menjadi daerah subsidesi (turunnya massa udara) yang berakibat sulitnya terbentuk awan konvektif yang mendatangkan hujan.
Kalau anda memerhatikan selama kejadian El Nino, langit di atas wilayah Indonesia cerah, tidak tertutup awan. Kalaupun ada, awan tersebut tidak mungkin menjadi hujan karena kelembaban relative dalam awan tersebut melebihi 65%. Itulah sebabnya hujan buatan (hujan rangsangan) tidak membuahkan hasil.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar