A.
Dinamika
Perubahan Atmosfer dan Dampaknya terhadap Kehidupan di Muka Bumi
1. Pengertian
Atmosfer
Bumi terdiri dari tiga bagian yang padat
(litosfer), cair (hidrosfer), dan gas (atmosfer). Atmosfer ini menutupi seluruh
permukaan bumi, baik yang padat maupun yang cair yaitu tanah dan air. Atmosfer
berasal dari kata”amos” yang berarti
uap, gas udaran dan “sphaira” yang
berarti berat bola bumi. Jadi, atmosfer adalah Lapisan udara yang menyelimuti
bumi. Atmosfer terdiri dari berbagai macam gas, ketebalan atmosfer mencapai
10.000 km dari permukaan laut. Maka tinggi, lapisan udara makin tipis dan
kering. Susunan udara terdiri dari nitrogen (78,08%), oksigen (21%), dan kabon
dioksida (0.03%)
2. Berdasarkan
perbedaan temperatur antarlapisan, atmosfer dapat dibagi menjadi beberapa
lapisan yaitu :
A. Troposfer
Adalah Lapisan udara terbawah dari
atmosfer yang merupakan lapisan pertama dipermukaan bumi. Ketinggian antara
0-16 km didaerah tropis dan antara0-8 km didaerah kutub. Ketinggiaan rata-rata
troposfer adalah 11 km dari permukaan bumi. Puncak troposfer mempunyai
temperatur mencapai -60°C. Sebagian besar massa atmosfer
(75-80%) berada pada lapisan troposfer dan didominasi oleh nitrogen dan oksigen.
Pada lapisan inilah terdapat sebagian besar gejala cuaca seperti hujan, angin,
halilintar, dan halo. Batas antara puncak troposfer dengan dasar stratosfer
disebut tropopause.
B. Stratosfer
Lapisan stratosfer berada diatas
troposfer sampai ketinggian 50 km dari permukaan bumi. Pada ketinggian 11-12
km, temperatur udaranya tetap, yaitu -60°C. Oleh sebsb
itu, ketinggian ini disebut lapisan isotermal
(iso = sama, termal = panas). Pada ketinggian 20-50 km, temperaturnya semakin
meningkat dan temperatur maksimum pada bagian puncaknya mencapai -3°C.
Hal ini disebabkan dan kandungan uap air dan debu hampir tidak ada sehingga
angin sangat kering serta jarang ditemukan awan. Lapisan ini disebut lapisan inversi. Lapisan ini berfungsi
melindungi kita dari sinar UV. Meningkatnya temperatur pada lapisan stratosfer
disebabkan adanya lapisan ozon yang menyerap radiasi matahari pada spectrum
ultraviolet. Batas antara puncak stratosfer dengan dasar mesosfer disebut stratopause.
C. Mesosfer
Lapisan mesosfer terletak di atas
lapisan stratosfer sampai ketinggian 80 km. bertambahnya ketinggian pada
lapisan ini, temperatur udara semakin turun. Tiap ketinggian naik hingga 100
km, temperatur udara berkurang rata-rata 0,4°C. Penurunan
temperatur disebabkan oleh mesosfer memiliki kesetimbangan radioaktif yang
negative. Lapisan ini melindungi bumi dari jatuhan meteor. Puncak mesosfer
dibatasi oleh lapisan mesopause.
D. Lapisan
Termosfer
Lapisan termosfer berada di atas lapisan
mesosfer. Ketinggiannya antara 80-500 km dari permukaan bumi, bagian bawah
lapisan ini terdiri atas molekul nitrogen. Temperatur menigkat seiring dengan
meningkatnya ketinggian dan temperature mendekati 1700°C.
Pada ketinggian diatas 100 km, terjadiionisasi yang membentuk ion positif dan
elektron bebas yang bermuatan negative. Lapisan dengan konsentrasi elektron
bebas disebut ionosfer yang dikenal sebagai lapisan yang mampu memantulkan
kembali gelombang radio.
E.
Eksosfer
Lapisan ini merupakan lapisan atmosfer
yang paling atas dan terletak 500 km dari permukaan bumi. Udaranya sangat tipis
karena komposisi lapisan udaranya lebih sederhana didominasi gas hydrogen dan
molekul gas senantiasa bergerak dengan bebas di angkasa.
3. Manfaat
atmosfer bagi kehidupan di bumi antara lain :
a)
Atmosfer menyediakan udara bagi makhluk
hidup didalamnya
b)
Atmosfer juga sebagi pelindung bumi dari
jatuhnya benda-benda luar angkasa yang jatuh ke bumi
c)
Atmosfer berperan besar dalam proses
terjadinya cuaca dan iklim di bumi yang terjadi di lapisan troposfer
d)
Memantulkan gelombang radio dan tv yang
terjadi pada lapisan ionosfer
e)
Penyaringan sinar ultraviolet matahari
f)
Dalam bidang pertanian, peramalan
keadaan cuaca ditentukan pula oleh udara
g)
Prakiraan cuaca sangat penting artinya
dalam bidang perhubungan, pelayaran, penerbangan, komunikasi, dan sebagainya
B.
Pengertian
Cuaca dan Iklim serta Unsur-Unsurnya
1. Pengertian
Cuaca dan Iklim
Cuaca adalah Keadaan rata-rata udara
pada suatu saat di suatu saat di suatu tempat. Ilmu yang mempelajari cuaca
dinamakan meteorologi. Iklim adalah
Keadaan rata-rata cuaca pada tempat yang dan dalam waktu yang lama (1-30
tahun). Ilmu yang mempelajari iklim disebut klimatologi.
Perbedaan
Iklim dan Cuaca
|
Perbedaan
|
Iklim
|
Cuaca
|
|
Waktu Kejadian
|
Lama (beberapa puluh tahun)
|
Pendek
|
|
Cakupan wilayah
|
Sangat luas
|
Sempit
|
|
Sifat
|
Tetap
|
Mudah berubah-ubah
|
2. Unsur-unsur
Cuaca dan Iklim
A. Suhu
Udara
Adalah Keadaan panas udara yang
disebabkan oleh pemanasan matahari. Banyak sedikitnya panas matahari yang
diterima oleh bumi dipengaruhi oleh faktor-faktor berikut :
a)
Keadaan awan
b)
Keadaan bidang permukaan
c)
Sudut sinar datang
d) Lamanya
penyinaran matahari
Pemanasan Udara didapat melalui 2 proses
yaitu :
1)
Pemanasan secara langsung dapat terjadi
melalui beberapa proses berikut
a)
Proses Absorpsi
Adalah Penyerapan unsure-unsur radiasi
matahari, misalnya sinar gama, sinar x, dan ultraviolet. Unsure-unsur yang
menyerap radiasi matahari tersebut adalah oksigen, nitrogen, ozon, hydrogen,
dan debu.
b)
Proses Refleksi adalah Pemanasan
Adalah Pemanasan matahari tarhadap udara
tetapi dipantulkan kembali ke angkasa oleh butir-butir air
c)
Proses Difusi
Sinar matahari mengalami difusi berupa
sinar gelombang pendek biru dan lembayung yang berhamburan ke segala arah.
Proses ini memyebabkan langit berwarna biru
2)
Pemanasan Tidak Langsung
Pemanasan
tidak langsung terjadi dengan cara-cara berikut :
a)
Konduksi
Adalah Pemberian panas oleh matahari
pada lapisan udara bagian bawah, kemudian lapisan uadara tersebut memberikan
panas pada lapisan udara di atasnya
b)
Konveksi
Adalah Pemberian panas oleh gerak udara
vertikal ke atas
c)
Adveksi
Adalah Pemberian panas oleh gerak udara
yang horizontal (mendatar)
d)
Turbulensi
Adalah Pemberian panas oleh udara yang
tidak teratur dan berputar-putar ke atas
Pemanasan
udara sebagian besar diperoleh melalui pemanasan tidak langsung. Oleh karena
itu, udara yang paling bawah suhunya lebih tinggi daripada suhu diatasnya.
Panas yang diterima permukaan bumi, banyak atau sedikitnya dipengaruhi hal-hal
berikut :
a) Lama
penyinaran matahari
b) Sudut
datang sinar matahari
c) Relief
permukaan bumi
d) Banyak
sedikitnya awan
e) Perbedaan
letak lintang
B. Tekanan
Udara
Adalah Tekanan yang ditimbulkan oleh
beratnya lapisan itu sendiri. Alat untuk mengukur tekanan udara di sebut barometer. Tekanan udara di suatu tempat
tidak sama. Hal ini disebabkan oleh jumlah pemanasan yang berbeda, sehingga di
satu tempat mempunyai tekanan udara maksimum dan di tempat lain tekanan
udaranya minimum.
C. Kelembaban Udara (Lengas Udara)
Adalah Banyak sedikitnya uap air yang
dikandung dalam udara yang dinyatakan dalam satuan persen (%). Alat yang
digunakan untuk mengukur tingkat kelembaban udara pada suatu waktu tertentu
disebut hygrometer. Kelembaban udara
dibedakan menjadi dua macam yaitu sebagai berikut :
a)
Kelembaban Relatif (Nisbi)
Adalah Perbandingan antara jumlah uap
air di dalam udara pada suatu temperature yang sama dan uap air maksimum yang
dikandung oleh udara, dinyatakan dengan satuan persen (%). Contoh : Diketahui
jumlah uap air dalam 1 m3 pada temperature 26°C = 2 gram.
Jumlah uap air maksimum dalam 1 m3 pada temperatur 26°C = 4 gram, maka
kelembaban ralatifnya
x
100% = 50%
b)
Kelembaban Abstrak (Mutlak)
Adalah Banyaknya uap air yang dapat
dikandung oleh udara tiap 1 mm3 udara yang dinyatakan dalam gram
c)
Kelembaban Spesifik
Adalah Perbandingan jumlah uap air yang
ada dalam 1 kg udara (gr uap air/kg udara basah
D. Angin
Adalah Udara yang bergerak dari daerah
bertekanan maksimum menujun daerah yang bertekanan minimum. Angin diberi nama
berdasarkan arar dari mana angin itu datang bertiup
Hukum Buys Ballot
Angin bergerak dari
daerah bertekanan maksimum ke daerah bertekanan minimum. Dibelahan bumi utara,
angin dibelokkan ke kanan dan dibelahan bumi selatan angin dibelokan ke kiri.
Penyimpangan ini disebabkan oleh perputaran bumi pada poosnya (rotasi bumi)
yang disebut gaya koriolis.
Macam-macam
angin :
a) Angin
Pasat
Adalah Angin yang berhembus
terus-menerus dari daerah maksimum subtropik ke daerah minimum khatulistiwa
(doldrum). Dibelahan bumi utara terdapat angin pasat timur laut dan diselatan
angin pasat tenggara
b) Angin
Antipasat
Adalah Udara yang naik di daerah
khatulistiwa yang setelah sampai di lapisan atas, mengalir kea rah kutub, dan
turun di daerah subtropik
c) Angin
Barat
Adalah Angin antipasat yang menuju ke
daerah kutub yang akan membelok ke arah timur sampai pada wilayah garis lintang
40°.
Angin itu berasal dari barat, sehingga disebut angin darat
d) Angin
Timur (Angin Kutub)
Adalah Angin yang bertiup dari arah
kutub (90°LU/LS)
menuju daerah lingkaran kutub (60°LU/LS)
e) Angin
Muson
Adalah Angin yang selalu berganti arah
setiap setengah tahun mengikuti letak matahari. Indonesia dilalui oleh angin
muson
1)
Angin muson barat yang bergerak pada
bulan Oktober sampai April dari arah Asia menuju Australia
2)
Angin muson timur yang bergerak pada
bulan April sampai Oktober dari arah Australia menuju Asia
f) Angin
Siklon
Adalah Angin yang masuk dari daerah
bertekanan udara maksimum yang mengelilingi udara daerah bertekanan udara
minimum (daerah depresi), sehingga garis isobar tertutup (berbentuk lingkaran)
dan udara bergerak memeusat ke arah dalam. Di dalam belahan bumi utara,
berlawanan arah jarum jam. Sedangkan dibelahan bumi selatan searah dengan arah
jarum jam. Siklon yang bergerak dibedakan menjadi :
1)
Siklon Tropis terjadi di wilayah lautan
pada lintang 10° - 20°
2)
Siklon Ekstratropis yang terutama
terjadi di wilayah sekitar lintang 35°-65°
3)
Tornado yaitu Badai angin siklonik
dengan kekuatan angin tinggi
g) Angin
Antisiklon
Adalah Angin yang bergerak dari suatu
daerah bertekanan maksimum yang dikelilingi oleh massa udara bertekanan minimum,
sehingga udara berputar keluar. Dibelahan bumi utar, searah dengan jarum jam,
sedangkan dibelahan bumi selatan, berlawanan dengan arah jarum jam
h) Angin
Lokal
1)
Angin Darat
Adalah angin yang berhembus dari darat
ke laut. Angin darat terjaadi pada malam hari
2)
Angin Laut
Adalah Angin yang berhembus dari laut ke
darat. Angin laut terjadi pada siang hari
3)
Angin Lembah
Adalah Angin yang bergerak dari lembah
ke gunung, sedangkan angin gunung adalah angin yang bergerak dari gunung ke
lembah. Pada malam hari, berhembus angin gunung, sedangkan pada siang hari
berhembus angin lembah. Prosesnya hampir sama dengan angin darat dan angin laut
4)
Angin Fohn ( Angin Terjun)
Adalah Angin yang sifatnya jatuh atau
turun, kering dan panas di lereng sebuah pegunungan. Angin fohn terjadi karena
massa yang mengandung uap air naik ke suatu lereng pegunungan, sehingga suhunya
turun terus-menerus sampai mencapai kondensasi dan menurunkan hujan. Ketika
sampai di puncak pegunungan, massa udara yang telah kering tersebut turun
melalui lereng sebelahnya dengan suhu yang terus-meneru naik
E. Curah
Hujan (Presipitasi)
Adalah Banyaknya air hujan atau Kristal
es yang jatuh ke permukaan bumi. Curah hujan diukur menggunakan corong hujan
atau biasa disebut Obrometer dengan
satuan inci atau millimeter.
Berdasarkan
prosesnya, hujan dibagi menjadi 4 macam yaitu :
a) Hujan
Konveksi
Adalah Hujan yang terjadi karena adanya
pemanasan sinar matahari pada suatu massa udara sehingga gerakan udara tersebut
naik dan mengalami pengembunan. Awan yang terbentuk adalah awan komulonimbus
dan menimbulkan hujan deras, tetapi tidak berlangsung lama. Hujan Konveksi
disebut juga Hujan Zenithal.
b) Hujan
Orografis
Adalah Hujan yang terjadi karena gerakan
udara yang menaiki lereng pegunungan dan mengalami kondensasi. Udara yang telah
mengalami kondensasi tersebut membentuk awan yang menimbulkan hujan
c) Hujan
Frontal
Adalah Terjadi karena tumbukanantara
udara panas dan udara dingin. Udara panas naik dan terjadi kondensasi sehingga
menimbulkan hujan
d) Hujan
Konvergensi
Adalah Hujan frontal pada daerah
konvergensi antar-tropik yang terjadi karena pertemuan dua massa udara yang
besar dan tebal
F.
Awan
Adalah Kumpulan titik-titik air atau
Kristal es di dalam udara yang terjadi karena adanya kondensasi atau sublimasi
dari uap air yang terdapat dalam udara.
Awan
terdiri dari 4 golongan :
1) Awan
menurut bentuknya adalah :
a) Awan
Sirrus adalah Awan yang berbentuk seperti bulu atau serat
b) Awan
Kumulus adalah Awan yang berbentuk seperti kubus dan bulat bergumpal-gumpal
c) Awan
Stratus adalah Awan yang berbentuk seperti kubus dan berlapis-lapis di atas
tanah
2) Awan
tinggi yang tidak memberikan hujan dinamakan alto dan awan rendah yang memberikan hujan dinamakan nimbus. Berdasarkan ketinggiannya awan
di bedakan :
a) Awan
Tinggi, yang berada pada ketinggian 6-12 km, seperti :
·
Sirrus, tampak tersusun dari serat
lembut dan halus sertaberwarna putih mengkilap sehingga kadang-kadang disebut
juga awan ekor kuda
·
Sirrostratus, awan ini terlihat bagaikan
tirai kelambu halus keputih-putihan yang tinggi di langit. Terdiri atas Kristal
es yang menghasilkan gejala halo dan
merupakan awan tinggi sampai di atas 6000 m
·
Sirrokumulus adalah Kumpulan awan sirus.
Awan ini mengandung partikel es yang sering
membentuk corak seperti sisik ikan
b) Awan
Menengah, awan yang berada pada ketinggian 2-6 km, seperti :
·
Altokumulus, berbentuk kepulan pipih
berwarna putih dan kelabu, kadang-kadang menandakan gemuruh yang mengakhiri
cuaca panas yang berlarut
·
Altostratus, membentuk lembaran tipis
dan merupakn awan berair yang melintasi langit. Awan ini cukup tipis hingga
cahaya matahari dapat menyinari dengan lemah
c)
Awan Rendah, awan yang berada pada
ketinggian kurang dari 2 km, seperti:
·
Stratokumulus
Terdiri
atas unsur berupa bulatan pipih atau bulatan panjang pipih berwarna kelabu atau
putih dan cahaya matahari dapat menyinari celah-celahnya
·
Stratus
Adalah
awan yang rendah dan sering membentuk kabut dibumi. Stratus dapat menimbulkan
hujan gerimis yang tidak berhenti secara mendadak dan tidak memiliki kristal es
·
Nimbostratus
Berwarna
kelabu tua, berbentuk seragam, dan luas. Awan nimbostratus termasuk awan yang
tumbuh secara vertical. Awan ini dapat menutupi langit dan cahaya matahari
sehingga menjadikan siang hari terlihat gelap. Awan ini senantiasa membawa
hujan aau salju (nimbus berarti hujan dalam bahasa latin)
d)
Awan yang terbentuk karena udara naik
(gerakan vertical) dengan kuat, berada pada ketinggian 500-1500 m, seperti :
·
Kumulus
Adalah
Awan yang lembut dan terbentuk di tengah lapisan awan. Awan ini biasanya kelabu
dibagian bawahnya, tetapi putih berkilauan di bagian atasnya
·
Kumulonimbus
Berbentuk
gumpalan besar berpuncak rata yang memuai dalam kepulan menegak dan menjulang
tinggi sekali mulai dari ketinggian 2000 m hingga 15.000 m dari permukaan bumi.
Bagian bawahnya tampak koyak dan sering berwarna gelap. Awan kumulonimbus
terdiri atas tetes air dan kristal es, pada bagian atasnya juga dapat
menimbulkan hujan besar disertai kilat dan guntur, terkadang disertai dengan
butiran es
·
Kabut
Adalah
Awan rendah yang berada di permukaan bumi, seperti kabut industri, kabut sawah,
dan lain-lain
C. Tipe-Tipe Iklim
1)
Faktor-Faktor yang Memengaruhi Iklim
a)
Letak garis lintang
b)
Letak tinggi tempat
c)
Perngaruh daratan luas
d)
Lokasi daerah : Dekat laut, dekat danau,
atau daerah padang pasir
e)
Daerah gunung (pegunungan) yang dapat
memengaruhi posisi banyaknya hujan
f)
Suhu udara dan awan
g)
Kelembaban udara dan banyak-sedikitnya
curah hujan
h)
Pengaruh arus laut, topografi, dan
vegetasi
i)
Panjang-pendeknya musim
2)
Pembagian Tipe Iklim
Pembagian
klasifikasi iklim menurut para ahli adalah sebagai berikut :
a)
Iklim Matahari adalah Iklim yang
didasarkan pada kedudukan matahari dalam perjalanan semu di permukaan bumi
Iklim
Matahari terdiri dari :
v Iklim
Tropis : 23,5°LU – 23,5°LS
v Iklim
Subtropis : 23,5°LU - 40°LU
dan 23,5°LS
– 40°LS
v Iklim
Sedang : 40°LU – 66,5°LU
dan 40°LS
- 90°ls
v Iklim
Kutub : 66,5°LU - 90°LS
b)
Iklim Fisis
Adalah
Iklim yang didasarkan pada pembagian daerah menurut kenyataan yang sesungguhnya.
Sebagai pengaruh dari afaktor-faktor fisis, antara lain pengaruh daratan yang
luas, pengaruh lautan, pengaruh angin, pengaruh arus laut, pengaruh vegetasi,
danpengaruh topografi. Macam-macam iklim fisis yaitu :
v Iklim
Kontinental (Daratan)
Terdapat
di daratan yang luas dan dipengaruhi oleh angin darat dengan ciri-ciri
amplitudo suhu harian besar dan amplitudo tahunan besar
v Iklim
Laut
Adalah
Iklim yang dipengaruhi oleh angin laut dengan ciri-ciri amplitudo harian kecil,
amplitudo tahunan kecil, dan banyak hujan disertai petir
v Ikim
Dataran Tinggi
Adalah
Iklim yang dipengaruhi oleh angin pegunungan, dengan ciri-ciri amplitudo suhu
harian besar, amplitudo suhu tahunan besar, tekanan udara rendah, dan sinar
matahari lebih panas
v Iklim
Gunung
Iklim
ini cirinya antara lainamplitudo suhu lebihnkecil, terdapat di daerah sedang,
dan kadangbanyak turun salju
v Iklim
Musim (Muson)
Iklim
ini cirinya antara lain setengah tahun bertiup angin laut yang basah dan
menimbulkan hujan dan setengah tahun berikutnya bertiup angin barat yang kering
dan kadang menimbulkan musim kemarau
c)
Iklim Junghuhn (Frans Wilhelm Junghuhn :
1809-1864)
Seorang
ahli klimatologis Junghuhn, membagi Indonesia menjadi 4 daerah iklim, yaitu
sebagai berikut :
v Derah
Panas
Cirinya
ketinggian antara 0-700 m dan suhu 26,3°-22°C
v Daerah
Iklim Sedang
Cirinya
ketinggian 200-1500 m dan suhu 22°-17°C
v Derah
Iklim Sejuk
Cirinya
ketinggian antara 1500-2500 m dan suhu 17,1°-11,1°C
v Daerah
Iklim Dingin
Cirinya
ketinggian antaraa 2500-3300 m dan suhu 11,1°C
d)
Iklim Koppen
Diciptakan
oleh Dr. Vlamidir Koppen (1846-1940) seorang ahli iklim dan geografi
tumbuh-tumbuhan dari Universitas Graz, Austria. Pembagian iklim Koppen
didasarkan pada suhu udara dan curah hujan
Koppen
membagi permukaan bumi menjadi 5 kelompok utama yaitu :
1)
Tipe Iklim A (Tropik)
Dengan
suhu rata-rata diatas 18°C. iklim ini tidak mengalami musi dingin
(winter). Curah hujan dan
penguapannya tinggi
2)
Tipe Iklim B (Kering)
Ditandai
dengan penguapan yang melebihi curahan, persediaan air sangat sedikit, dan
tidak ada sungai permanen
3)
Tipe Iklim C (Sedang Hangat)
Ditandai
dengan suhu pada bulan terdingin < -3°C, pada bulan
terpanas suhu rata-rata . 10°C, iklim ini mempunyai summer dan winter
4)
Tipe Iklim D (Dingin)
Dengan
suhu pada bulan terdingin rata-rata < -3°C, pada bulan
terpanas suhu rata-rata > 10°C. Letak isotherm hampir bersamaan
dengan batas pertumbuhan hutan kea rah kutub
5)
Tipe E (Es Abadi)
Dengan
suhu rata-rata pada bulan terpanas < 10°C. Ikilm ini
tidak memiliki musim panas (summer)
Selain
iklim utama, Koppen menambahkan iklim subregion,
dengan notasi huruf kecil setelah huruf besar, yaitu sebagai berikut :
1)
Berdasarkan Distribusi Musiman dan Curah
Hujan
Tipe
f : Tidak ada musim kering dan basah sepanjang tahun (untuk
iklim A,C, dan D)
Tipe
m : Musim kering pendek dan hujan lebat sepanjang tahun (untuk
iklim A)
Tipe
w : Huan pada musim panas (untuk iklim A,C, dan D)
Tipe
s : Musim kering pada musim panas (untuk iklim B)_
Tipe
w : Musim kering pada musim dingin (untuk iklim B)
2)
Berdasarkan Karakteristik Suhu
Tipe
a : Musim panas yang sangat panas
Tipe
b : Musim panas yang panas
Tipe
c : Musim panas yang sejuk
Tipe
d : Musim dingin yang sangat dingin
Untuk
lebih jelasnya pembagian iklim Koppen berdasarkan iklim utama dan iklim
subregionalnya
e)
Iklim Schmidnt Ferguson
Dasar
klasifikasinya adalah Banyaknya curah hujan tiap-tiap bulan. Pembagian wilayah
iklim ditentukan menurut besarnya Q, sedangkan Q yaitu presentase perbandingan
antara bulan kering dan bulan basah. Nilai Q dapat dihitung dengan rumus :
|
Q
=
|
Catatan
:
-
Bulan Basah : Bulan
dengan curah hujan > 100 mm/bulan
-
Bulan Kering : Bulan
dengan curah hujan < 60 mm/bulan
-
Bulan Lembab : Bulan
dengan curah hujan antara 60-100 mm/bulan
Daerahnya :
|
NO
|
NILAI
Q
|
Tipe
Iklim
|
Kategori
|
|
1.
|
0 – 14,3
|
Tipe Iklim A
|
Sangat Basah
|
|
2.
|
14,3 - 33,3
|
Tipe Iklim B
|
Basah
|
|
3.
|
33,3 – 60
|
Tipe Iklim C
|
Agak Basah
|
|
4.
|
60 – 100
|
Tipe Iklim D
|
Sedang
|
|
5.
|
100 – 167
|
Tipe Iklim E
|
Agak Kering
|
|
6.
|
167 – 300
|
Tipe Iklim F
|
Kering
|
|
7.
|
300 – 700
|
Tipe Iklim G
|
Sangat Kering
|
|
8.
|
Lebih dari 700
|
Tipe Iklim H
|
Luar Biasa Kering
|
f)
Iklim Oldeman
Dasar
klasifikasinya adalah Adanya bulan basah yang berturut-turut dan bulan kering
yang berturut-turut yang semuanya dihubungkan dengan kebutuhan pada sawah dan
palawija terhadap air
Catatan
: Bulan basah, curah hujan > 200 mm, sedang bulan kering, curah hujan <
100 mm.
Daerahnya
:
1)
Zona A bulan basah > 9 kali
berturut-turut
2)
Zona B bulan basah 7 – 9 kali berturut-turut
3)
Zona C bulan basah 5 – 6 kali berturut –
turut
4)
Zona D bulan basah 3 – 4 kali
berturut-turut
5)
Zona E bulan basah < 3 kali
berturut-turut
3)
Iklim yang Memengaruhi Wilayah Indonesia
a)
Iklim Musim (Iklim Muson)
Iklim
jenis ini sangat dipengaruhi oleh angin musiman yang berubah-ubah setiap
periode tertentu. Biasanya satu periode perubahan angin muson adalah 6 bulan.
Iklim musim terdiri atas 2 jenis, yaitu angin musim barat daya (Muson Barat)
dan Angin musim timur laut (Muson Timur).
Angin muson barat bertiup sekitar bulan Oktober hingga April yang basah
sehingga membawa musim hujan/penghujan.
Angin muson timur bertiup sekitar bulan April hingga bulan Oktober yang
sifatnya kering yang mengakibatkan wilayah Indonesia mengalami musim kering/kemarau.
b)
Iklim Tropis/Tropika (Iklim Panas)
Wilayah
yang berada di sekitar garis khatulistiwa otomatis akan mengalami iklim tropis
yang bersifat panas dan hanya memiliki dua musim, yaitu musim kemarau dan musim
hujan. Umumnya wilayah Asia Tenggara
memiliki iklim tropis, sedangkan negara Eropa dan Amerika Utara mengalami iklim
subtropis. Iklim tropis bersifat panas
sehingga wilayah Indonesia panas yang mendatangkan banyak curah hujan (Hujan
Naik Tropika)
c)
Iklim Laut
Indonesia
yang merupakan Negara kepulauan yang memiliki banyak wilayah laut mengakibatkan
penguapan air laut menjadi udara yang lembab dan curah hujan yang tinggi
4)
Persebaran Curah Hujan di Indonesia
Faktor-faktor
yang mempengaruhi curah hujan, yaitu sebagai berikut :
a)
Kelembaban Udara
Udara
diatas wilayah Indonesia senantiasa lembab. Didataran rendah dekan pantai,
rawa, hutan tropik/sungai besar, kelembaban selalu tinggi, yaitu diatas 60°.
Didaerah pedalaman atau didaerah yang tinggi dilereng gunung, kelembaban udara
berkurang sedikit. Kelembaban udara yang tinggi memungkinkan adanya hujan yang
akan turun
b)
Topografi
Peran
topografi sehubungan dengan adanya hujan dan jumlah hujan Nampak lebih jelas di
pulau-pulau kecil yang bergunung atau berbukit seperti misalnya pulau Sangir
dan pulau Ambon. Perubahan dari cuaca terang ke udara mendung dan hujan terjadi
sangat cepat, gejala yang sama terjadi di pulau Oahu di kepulauan Hawai.
Disamping itu, daerah kering dan daerah basah sangat berdekatan letaknya
dipulau yang topografisnya sangat terecah-recah itu
c)
Arah dan Kecepatan Angin
Angin
yang berhembus terlalu kencang bisa “membatalkan” hujan turun , karna mendung
yang tadinya akan sudah menurunkan hujan, disapu oleh angin yang kencang
d)
Suhu
Pengaruh
suhu terhadap proses turunnya hujan sudah banyak di bahas di depan. Permukaan
bumi yang terkena sinar matahari, di satu pihak menyebabkan terjadinya
penguapan, di lain pihak dapat mengakibatkan udara membumbung dan tidak stabil.
Gejala inilah yang sering menimbulkan hujan konveksi
e)
Arah Hadapan (exposure) Lereng
Lereng
yang menghadap kea rah datangnya angin pembawa hujan selamanya memperoleh hujan
lebih banyak daripada lereng yang menghadap kea rah berlawanan lereng.
Distribusi
Curah Hujan dibedakan antaralai sebagai berikut :
·
Curah hujan harian rata-rata adalah
jumlah curah hujan dalam satu bulan dibagi banyaknya hari dalam satu bulan
·
Curah hujan bulanan rata-rata adalah
jumlah curah hujan dalam satu tahun dibagi 12
·
Curah hujan tahunan adalah jumlah curah
hujan per bulan dalam tahun tertentu
Berdasarkan
distribusi dat rata-rata curah hujan bulanan, umumnya wilayah Indonesia dibagi
menjadi menjadi 3 pola hujan yaitu :
·
Pola Hujan Monsun, yang wilayahnya
memiliki perbedaan yang jelas antara periode musim hujan dan periode musim
kemarau kemudian dikelompokkan dalam daerah Prakiraan Musim (DPM)
·
Pola Hujan Equatorial, yang wilayahnya
memiliki distribusi hujan bulanan bimodial dengan dua puncak musim hujan
maksimum dan hampir sepanjang tahun masuk dalam kriteria musim hujan
·
Pola Hujan Lokal, yang wilayahnya
memiliki distribusi hujan bulanan kebalikan dengan pola monsum
5)
Persebaran Jenis-Jenis Vegetasi Alam
Menurut Iklim dan Bentang Alam
Macam-macam
jenis vegetasi alam berdasarkan iklim dan persebarannya adalah sbb :
a)
Hujan Tropik Basah
Berada
di daerah khatulistiwa dan daerah tropik (10° - 25°
LU atau LS) terdiri atas pohon-pohon yang tinggi dan rapat, jenisnya sangat
beragam sampai 3000 spesies serta bertingkat-tingkat dengan ketinggian 5
msampai 40 m
b)
Hutan Musim
Adalah
Hutan yang berada pada daerah tropis yang mempunyai musim hujan dan musim
kemarau
c)
Hutan Merangga di Daerah Iklim Sedang
Jenis
hutan ini berada di wilayah beriklim sedang yang mempunyai empat musim yang
teratur, yaitu musim semi, panas, gugur, dan dingin
d)
Hutan Hijau Sepanjang Tahun di Daerah
Subtropik
Hutan
jenis ini berada pada daerah subtropik. Dibelahan bumi bagian utara vegetasinya
berdaun lebar, seperti Jepang bagian selatan. Dibelahan bumi bagian selatan,
hutan jenis ini berasosiasi dengan iklim pantai barat seperti di Selandia Baru,
Chili dan vegetasinya dapat berupa pohon pakis, palem, dan bamboo
e)
Sabana
Tersebar
didaerah tropic dan subtropik yang curah hujannya sedikit. Sabana ditumbuhi
oleh padang rumput yang diselingi pohon-pohon yang bergerombol
f)
Padang Rumput
Pada
wilayah ini vegetasinya didominasi oleh rumput. Pada daerah ini dapat dijumpai
juga pohon-pohon dan semak. Sebaran padang rumput di Hongaria disebut Puzta, di Rusia Selatan disebut Stepa, di Amerika Utara disebut prairie,
sedangkan di Amerika Selatan (Argentina) disebut Pampa
g)
Vegetasi Gurun dan Semi Gurun
Wilayah
gurun tersebar di daerah sepanjang garis balik utara dan selatan, yaitu 23,3°
LU dan LS, di antaranya adalah Gurun Sahara, Gurun Gobi
h)
Taiga
Wilayah
taiga berada di sebelah selatan tundra yang merupakan hutan luas yang hijau
sepanjang tahun (evergreen). Suhu
pada musim dingin di daerah ini dapat mencapai puluhan derajat di bawah nol dan
pada musim panas suhunya terasa hangat
i)
Tundra
Daerah
tundra ini mempunyai mempunyai suhu yang sangat dingin dan permanen wilayahnya
terletak disekitar 57° LU sampai ke Kutub Utara dan disebut tundra artik. Tundra artinya daratan
tanpa pohon sehingga vegetasinya berupa rumput dan lumut kerak
6)
Faktor-faktor Penyebab Perubahan Iklim
Global
a)
Perubahan Iklim Alami
Adalah
Perubahan iklim yang ditimbulkan oleh adanya proses-proses alam yang tidak ada campur tangan manusia
b)
Perubahan Iklim Akibat Campur Tangan
Manusia
Dengan
majunya teknologi, manusia telah mampu terbang ke luar angkasa dan menempatkan
berbagai macam satelit di dalamnya.
Dampak
perubahan iklim global antara lain :
a)
Menaikkan suhu permukaan bumi
b)
Permukaan air laut naik
c)
Kutub utara dan kutub selatan mencair
d)
Banjir diderah pantai
e)
Adanya penyusupan air asin ke dalam air
tanah dan sungai
7)
El Nino dan La Nina
Adalah
Dua fenomena alam yang berpengaruh terhadap perubahan iklim global. El Nino
adalah Keadaan suhu permukaan air laut yang panas di wilayah Pasifik Ekuator
bagian timur dan tengah. Sedangkan La Nina adalah Penampakan suhu permukaan air
lait yang rendah
a)
Pengaruh El Nino dan La Nina
Dampak
El Nino dan La Nina adalah Berubahnya cuaca dunia. Pada saat El Nino, wilayah
basah seperti Indonesia menjadi ekring. Sedangkan yang biasanya kering seperti
pantai barat Amerika Selatan menjadi basah. Melimpahnya populasi ikan di pantai
barat Amerika itu bergeser, dampaknya memengaruhhi produksi makanan, ikan, dan
ekspor. Dengan menurunnya produksi makanan, beberapa Negara harus mengimpor
untuk memenuhi kebutuhan nasionalnya sehingga harus memakai cadangan mata uang
asingnya
b)
Pengaruh El Nino bagi Indonesia
Bergesernya
kolam panas ke timur di Pasifik tropis menyebabkan pola perawanan juga bergeser
ke timur Indonesia, yang pada kondisi normal (tidak ada El Nino) merupakan
pusat perawanan konveksi terbesar di dunia. Indonesia menjadi daerah subsidesi
(turunnya massa udara) yang berakibat sulitnya terbentuk awan konvektif yang
mendatangkan hujan.
Kalau anda
memerhatikan selama kejadian El Nino, langit di atas wilayah Indonesia cerah,
tidak tertutup awan. Kalaupun ada, awan tersebut tidak mungkin menjadi hujan
karena kelembaban relative dalam awan tersebut melebihi 65%. Itulah sebabnya
hujan buatan (hujan rangsangan) tidak membuahkan hasil.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar