Minum beberapa cangkir kopi sepanjang
hari mungkin bisa membuat orang tetap terjaga, namun sesungguhnya itu tak
banyak membantu dalam melindungi otak yang menua akibat kemerosotan mental atau
dementia.
Menurut
penelitian dari Finlandia, beberapa studi telah memperlihatkan kopi memiliki
dampak melindungi fungsi otak seseorang diusia tua, sementara banyak studi lain
tak memperlihatkan kaitan itu. Salah satu studi paling akhir mengenai topik
tersebut, yang disiarkan didalam American Journal of Clinical Nutrition
terbitan September 2009, tak menemukan hubungan antara konsumsi kopi dan
kemerosotan daya kognisi atau dementia pada
pria maupun wanita.
Dr.Venla
S.Laitala di Universitas of Helsinki
dan rekannya menilai perihal kebiasaan minum kopi serta data lain sosial,
demografik, dan kesehatan mengenai banyak warga pasangan kembar yang rata-rata
berusia 50 tahun. Pada saat ini, 75% pria dan 83% wanita minum lebih dari tiga
cangkir kopi sehari. Hanya 4% pria dan 1% wanita tidak mengkonsumsi kopi setiap
hari.
Ketika
kelompok tersebut rata-rata berusia lebih dari 74 tahun, para peneliti
melaksanakan wawancara telepon dengan 2.606 peserta studi itu --- 48% wanita
--- untuk secara khusus meneliti kemerosotan daya pengenalan dan dementia. Mereka mendapati bahwa setiap
tahun pertambahan usia berkaitan dengan kemerosotan dalam kemampuan berpikir,
tak peduli jenis kelamin peserta studi tersebut. “Namun dalam studi itu,
konsumsi kopi pada usia menengah tak memiliki dampak perlindungan terhadap
kemerosotan daya kognitif atau pencegahan terhadap dementia.” Jelas Laitala.
Sebagaimana
perkiraan, sakit jantung, diabetes, dan ketidakpuasan dengan hidup sangat
berhubungan dengan penampilan daya kognitif yang lebih rendah. Oleh karena itu,
tim Laitala menyarankan dilakukannya penyelidikan lebih lanjut dengan pusat
perhatian pada peran yang dimainkan sakit jantung, diabetes dan kepuasan pada
hidup dalam kemampuan menganalisis dan berpikir yang berubah dan berkaitan
dengan usia.’
Tidak ada komentar:
Posting Komentar