Selasa, 25 Juni 2013

Gaya Hidup Sehat


Kolesterol tinggi (hiperkoles-terolemia) memang tidak terlihat dan seringkali tidak bergejala. Hal ini baru diketahui setelah check up (periksa darah) secara berkala paling tidak enam bulan sekali setelah berkonsultasi dengan dokter. Meski demikian, kolesterol harus tetap dikontrol dengan memilih gaya hidup sehat seperti diet rendah lemak, berhenti merokok, berat badan yang seimbang dan olah raga teratur. Jika segala upaya yang telah dilakukan tetap tidak mencapai target LDL yang dicanangkan, maka obat dapat dijadikan sebagai alternanif lain

Diet Rendah Lemak
Mengontrol kolesterol bukan artinya tidak bisa makan enak, tetapi mengurangi atau menghindari makanan berlemak. Didalam makanan terdapat tiga macam lemak yakni saturated (lemak jenuh). Lemak ini terdapat pada kuning telor, jeroan dan otak sapi. Sebaiknya makanan ini dihindari. Monounsaturated(lemak tidak jenuh dengan rantai tunggal). Lemak ini terdapat pada makanan seperti udang dan kepiting. Makanan ini termasuk boleh dikonsumsi dengan jumlah yang terbatas. Poliunsaturated(lemak tak jenuh ganda). Lemak ini terdapat pada ikan yang berasal dari laut dalam (tenggiri dan tuna) yang mengandung minyak tak jenuh ganda serta omega3.
Makanan seperti ini hendaknya banyak dikonsumsi, karena dapat membantu menaikkan HDL kolesterol (kolesterol baik) dan menurunkan LDL (kolesterol jahat). Idealnya, konsumsi makanan kita mengandung lemak dibawah 30 %, karbohidrat 50-60 % dan protein 20%. Usahakan jangan mengkonsumsi makanan berkolesterol sampai lebih dari  300 mg setiap hari. Tak meminum lebih dari dua gelas minuman beralkohol dalam sehari. Batasi porsi makan anda. Pilih pruduk-produk nonfat. Kurangi penggunaan garam dalam makanan dan hindari makanan yang asin. Terlalu banyak garam dapat meningkatkan tekanan darah. Dan konsultasi dengan dokter atau ahli gizi sebelum memulai program diet.

Berhenti Merokok
Merokok adalah kebiasaan buruk yang salah satunya dapat memicu penebalan atau penyempitan pembuluh darah. Rokok mengandung nikotin yang memacu pengeluaran zat-zat seperti adrenalin, yang merangsang peningkatan denyut jantung dan tekanan darah. Rokok juga mengandung karbon mono-oksida(CO) yang memiliki kemampuan jauh lebih kuat daripada sel darah merah(hemoglobin) untuk mengikat oksigen. CO menurunkan kapasitas sel darah merah membawa oksigen kejaringan-jaringan termasuk jantung. Hal ini perlu diperhatikan terutama bagi penderita PJK, karena pembuluh darahnya sudah terdapat plak dengan aliran darah yang sudah sangat berkurang. Perokok, 2-3 kali lebih mungkin terkena struke dibanding mereka yang tidak merokok dan umumnya mengalami penyumbatan arteri dikaki yang sering mengakibatkan kejang pada waktu olah raga. Stop merokok dan gunakan diary kolesterol untuk membantu mengkontrol kolesterol anda.
Selain itu untuk menjaga kesehatan badan, perlu diatur pola makan agar berat tubuh tetap seimbang dan olah raga teratur.
rperan� + c g `=� `L� kan sel akibat radikal bebas penyebab kangker, penyakit jantung, dan mengurangi kadar lemak dalam tubuh. Kandungan vitamin Cnya bermanfaat meningkatkan kadar glutation, yaitu asam amino bersifat antioksidan yang dihasilkan secara alami oleh sel tubuh. Efek menyegarkan dan kandungan vitamin C dalam mentimun juga membantu mengobati sariawan dan menurunkan demam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar