Selasa, 25 Juni 2013

Mentimun Obat Hipertensi


Mentimun sering digunakan sebagai lalapan, makanan diet ataupun masker kecantikan. Namun buah yang sering disepelekan karena dianggap mengandung air belaka, ternyata bisa mengobati hipertensi.
            Mentimun adalah tanaman merambat yang panjang buahnya 10-30 cm, bijinya banyak, bentuknya lonjong meruncing pipih dan warnanya putih kotor. Orang Romawi kuno menggunakan untuk mengobati gigitan kalajengking dan mengompres mata yang lelah. Pendududk Asia minum jus timun untuk menyejukkan tubuh pada musim panas.
            Buah mentimun mengandung zat-zat saponin(mengeluarkan lendir) protein, lemak, kalsium, fospor, besi, belerang. Vitamin A, B1, dan C. Biji buah mentimun mengandung banyak vitamin E untuk menghambat penuaan dan menghilangkan keriput. Vitamin C dan asam kafeatnya dapat meredakan iritasi kulit dan mengurangi penumpukan cairan dibawah kulit.
            Kandungan zat gizi pada mentimun per 100 gram berat badan adalah energi 12 kalori, protein 0.7 gr, lemak 0.1 gr, karbohidrat 2.7 gr, kalsium 10 mg, fospor 21 mg, besi 0.3 mg, vitamin A 0 RE, vitamin C 8.0 mg dan vitamin B1 0.3 mg. Mereka yang menderita hipertensi disarankan untuk mengkonsumsi mentimun. “Dapat mengobati hipertensi karena mengandung mineral potassium, magnesium, dan fospor. Selain itu mentimun bersifat diuretic karena kandungan airnya yang tinggi sehingga membantu menurunkan tekanan darah,” terang Meilinasari,SKM, M.Kes. dari Politeknik Kesehatan Jakarta. Mentimun juga menurunkan berat badan karena kandungan kalorinya rendah dan kaya akan serat, mampu mengontrol berat badan. Selain itu, mentimun mengandung asam malonat yang dapat mencegah gula darah berubah menjadi lemak, sehingga sangat membantu untuk menurunkan berat badan.
           

Ada kalanya mentimun berasa pahit yang berasal dari saponin. Yakni senyawa fitokimia yang terdapat dalam lendir mentimun. Meskupun pahit, saponin memiliki manfaat sebagai antikanker, menurunkan kolesterol, dan meningkatkan daya tahan tubuh. Mentimun juga bermanfaat untuk detoksifikasi. Kandungan air yang sangat tinggi (90 persen), membuat mentimun memiliki efek diuretic (memperlancar buang air kecil), membantu menghilangkan dan menetralkan toksin (racun), serta membantu menggelontorkan bakteri disepanjang usus dan dinding kandung kemih. Kandungan air dan mineral kalium dalam mentimun juga mengeluarkan kelebihan asam urat dan sisa metabolisme melalui ginjal. Asam urat yang berlebihan didalam darah akan membentuk kristal yang menumpuk dipersendian sehingga menyebabkan penyakit arthritis atau radang sendi. Sedangkan sisa metabolisme berupa garam mineral yang menumpuk disaluran kemih akan membentuk batu ginjal, Karena itulah, penderita artritis dan batu ginjal disarankan untuk makan mentimun.
            Menurut hasil penelitian dari Food Research Institute University of Winconsin Madison, mentimun mengandung asam linoleat terkonjugasi yang bersifat antioksidan. Antioksidan berperan mencegah kerusakan sel akibat radikal bebas penyebab kangker, penyakit jantung, dan mengurangi kadar lemak dalam tubuh. Kandungan vitamin Cnya bermanfaat meningkatkan kadar glutation, yaitu asam amino bersifat antioksidan yang dihasilkan secara alami oleh sel tubuh. Efek menyegarkan dan kandungan vitamin C dalam mentimun juga membantu mengobati sariawan dan menurunkan demam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar